Tuesday, December 25, 2018

TAHUN BARU 2019 TAHUN HARAPAN PENUH TANTANGAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah kita akan tiba untuk  mengarunggi tahun baru masehi 2019 ;dengan penuh harapan ,bahwa  kita semua akan hidup lebih damai dan lebih sejahtera. Meskipun demikian kita menyadari bahwa tahun ini tahun politik sehingga kemungkinan terjadi gesekan dari dua kubu pasti akan terjadi. Sebagai warga negara biasa aku menghimbau kepada kedua kubu agar dalam berkampanye dilakukan dengan cara-cara yang santun dengan mengedepankan adu program bukan adu omong atau adu otot.
Kubu petahana pasti akan berkampanye tentang keberhasilan mereka dalam segala bidang selama ini, sebaliknya fihak oposisi akan menunjukkan ketidak berhasilan kubu petahana.
Kewajiban tim sukses petahana hendaknya menyiapkan data-data kongkrit dan terpercaya atas kebehasilannya selama ini.
Langkah selanjunya kedua kubu hendaknya dapat menyusun program kerja lima tahun ke depan dalam bidang pembangunan sosial ekonomi dan pembangunan sosial budaya. Tunjukkan pula target2 capaian dari masing-masing bidang sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sekarang. Pihak oposisi sebagai penantang hendaknya mampu menunjukkan program yang lebih baik lagi dibandingkan dengan program petahana.
Pemerintah/petahana yang dipimpin presiden Jokowi punya program unggulan Nawacita, program yang menarik dan cukup berbobot. Baiknya tunjukkan secara kongkrit apakah program tersebut dapat direalisasikan atau belum sepenuhnya terlaksana karena banyak faktor penghambatnya. Dalam kesempatan ini mari kita mencoba mengevaluasi program yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang seringkali dikemukakan oleh tim sukses petahana sebagai program yang berhasil khususnya pada capaian pembangunan jalan tol. Infrastruktur jalan tol itu benar sangat diperlukan oleh kita sebagai solusi untuk mempercepat transfortasi arus barang dan orang ke berbagai tempat di Indonesia.Meskipun demikian jalan tol kita itu tidak hanya ber manfaat sebagai infrastruktur transfortasi cepat antar kota di Indonesia tetapi juga ternyata ada beberapa dampak negatifnya :
1.Setelah digunakan sistem pembayaran dengan menggunakan mesin maka sekitar 40.000 orang karyawan tergusur  oleh tenaga mesin.Bagi pengelola jalan tol penggunaan mesin itu sangat menguntungkan tetapi bagi rakyat banyak  justru cukup merugikan karena bukan meningkatkan kesempatan kerja tetapi mengurangi kesempatan kerja. 
2.Kasus setelah jalan tol Padaleunyi beroperasi ratusan warung makanan antara Bandung dan Jakarta pada jalan lama pada tutup karena pengunjung berkurang.Bila satu warung mengerjakan 5 orang karyawan maka ada ribuan karyawan warung yang jadi penganggur. Memang ada sebahagian kecil yang ikut bekerja di rest2 Area sepanjang jalan tol tersebut. Bila dari sekian ribu Km jalan tol di seluruh Indonesia  digabungkan maka dampak pengangguran karyawan warung dan pedagang asongan itu mungkin jumlahnya dapat jutaan orang.
3.Jalan tol itu sesungguhnya hanya berfungsi mempercepat memindahkan barang dan orang dari dua titik kota besar, setelah sampai di kota besar itu kemacetan disana makin parah.
4.Karena jumlah kendaraan roda empat relatif tak terkendali gejala terkini misalnya tol Bandung Jakarta seringkali macet pula; yang tadinya diharapkan dapat ditempuh dalam dua jam jadi 5-7 jam.
5.Pembuatan infrastruktur di wilayah2 luas dan sedikit penduduk seperti di Papua tampaknya tidak terlalu mendesak kecuali pada wilayah2 yang pasti akan dibangun proyek usaha besar di sana.
6.Proyek infrastruktur itu berbiaya sangat besar ribuan trilun rupiah; sumber biayanya dari kridit  (dalam dan luar negeri) .Beban untuk membayar pokok dan bunganya itu akan sangat besar pula; itu pasti akan menjadi beban berat bagi negara dan rakyat Indonesia.Ingat orang miskin masih sangat banyak juga yang menganggur.  
Itu baru dari satu jenis infrastruktur ,belum lagi proyek2 besar lainnya seperti membuat pelabuhan laut dan udara, proyek pembangkit listrik 35 mega. Proyek2 raksasa itu biasanya padat modal sehingga peluang kesempatan kerja bagi buruh2 kecil itu terbatas sekali.
Atas dasar itu ke depan kita harus mengurangi pembangunan proyek2 raksasa tersebut lebih baik pacu proyek pembangunan SDM Indonesia agar rakyat kita, SDM kita kualitasnya tidak kalah dengan SDM negara tetangga kita. Dengan SDM berkualitas dalam segala bidang mudah-mudahan ke depan kita dapat membangun Indonesia oleh tenaga2 kita sendiri.Bukankah cita2 para pendiri bangsa ini, berjuang  mau merdeka karena mau mengelola negara kaya ini oleh kita sendiri bukan mengandalkan orang asing.
     

No comments:

Post a Comment