Saturday, May 11, 2019

FAKTOR2 RASA BAHAGIA.

Banyak diantara kita yang kurang bahagia hidupnya. Mengapa ? Banyak faktor yang mempengaruhinya tetapi sesungguhnya dapat disingkat saja menjadi dua faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kita mulai saja dari faktor2 ekternal atau faktor2 yang datangnya dari luar diri manusia, umumnya bersifat material seperti faktor penghasilan bulanan, makin besar dianggap makin membahagiakan. Faktor penghasilan ini dapat mempengaruhi banyak hal seperti kecukupan pangan, kecukupan sandang, kecukupan papan ,kecukupan biaya kesehatan, kecukupan biaya pendidikan, kecukupan biaya hiburan dll. Penghasilan minimal yang harus diperoleh setidak-tidaknya sebesar UMR ( Upah Minimum Regional).Kecukupan faktor eksternal saja belum mencukupi , uang banyak bila nafsu tidak terkendali tidak ,menjamin kebahagiaan. Agar kita selalu merasa bahagia milikilah  rasa Syukur atas nikmat yang diperoleh saat itu. Insya Allah dengan dimilikinya rasa syukur maka dengan penghasilan yang seukuran UMRpun seseorang akan merasa bahagia.Dalam perjalanan hidup itu jalan yang kita tempuh tidak selalu jalan yang lurus dan licin seringkali kita melewati jalan yang berlubang, becek, berbatu, berkelok tajam dan kadang2 terjadi senggolan dengan kendaraan lain; untuk itu kita perlu menggunakan kiat Sabar. Pertanyaannya bagaimana caranya agar kita memiliki sifat Sabar dan Syukur tersebut ? Syarat utama kita harus punya iman bahwa manusia itu hanya dapat berusaha, ketentuan akhir itu dari Allah. Atas dasar itu kewajiban kita itu berusaha maksimal menggunakan seluruh potensi kemanusiaan kita yaitu daya pikir, daya hati, daya fisik dan daya doa. Insya Allah bila semua daya itu telah digunakan maka pertolongan Allah itu akan datang.Ingat Allah itu sangat dekat, maha Pengasih dan Maha Penyayang  dan tidak akan memberi cobaan yang melebihi kapasiatas hambanya. 

Friday, May 10, 2019

AHLAK SEORANG MUMINUN.



Ahlak seorang muminun itu digambarkan dalam sebuah ayat Al Qur’an Surat Ali Imran : 139 :”Walatahinu walatahjanu waantumul alaena inkuntum Mukminun.” (Janganlah kamu merasa sedih dan merasa takut kamulah orang terbaik jika engkau seorang mukmin).Pertanyaannya seorang mukminun itu seperti apa ? Secara bahasa mukminun  itu artinya orang beriman.Orang Islam pasti tahu apa itu rukun Iman yaitu : Iman kepada : Allah, Malaikat, Al Quran, Rasulullah, Hari Akhir, Qada dan Qadar. Bila umat Islam  misalnya Iman sepenuhnya kepada Allah yang memiliki Asmaul Husna yang antara lain : Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha  Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Melindungi, Maha Dekat, Maha Memberi Petunjuk, Maha Memberi Keamanan, Maha Kuasa atas segala sesuatu...;pasti orang itu akan bebas dari rasa sedih dan rasa takut dan pasti orang itu akan menjadi orang terbaik. Mengapa mesti sedih dan takut bila yakin Allah bersama dia dimanapun ia berada dan Alalh itu sangat dekat bahkan lebih dekat dari urat nadinya.
Ahlak seorang mukmin itu adalah hendaknya seperti ahlaknya Rasulullah yaitu : Fatobah, Amanah, Sidiks dan Tablig. Fatonah itu artinya cerdas, orang cerdas itu banyak akal dan yang dikembangkannya adalah otak kanannya yaitu otak kreativitas atau otak banyak akal .Bagaimana meningkatkan daya otak kanan ? Yaitu  dengan cara melakukan banyak aktifitas sosial kemasyarakatan dimana dia terbiasa menghadapai banyak permasalalahan yang harus segera ditanggulangi untuk dicari jalan keluarnya. Kedua Amanah artinya dapat diperycaya omongan dan janji2nya.Ketiga Sidiks artinya benar  baik dalam  bersikap maupun  bertindak selalu benar;  sesuai ketentuan syariah dan logika ilmu pengetahuan.Terakhir Tablig yaitu ajakan berbuat baik, menyuruh bertindak benar dan mencegah berbuat mungkar.(lihat Quran Surat 3 : 104) :"Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan; menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar."


SABAR DAN SYUKUR.
Dua kata istimewa sebagai satu paket yang saling melengkapi, mumpuni untuk menanggulangi segala masalah kehidupan. Dalam perjalanan mengarungi kehidupan, setiap manusia akan dihadapkan pada dua situasi : situasi menyenangkan dan situasi menyusahkan. Untuk menghadapi dua sisi situasi yang saling bertentangan itu Allah memberi arahan pegangan : Bila situasi menyenangkan datang maka hendaknya kita Bersyukur sebaliknya bila situasi menyusahkan yang datang maka hendaknya kita Bersabar .Yang dapat kita syukuri itu sesungguhnya tak terbilang banyaknya tetapi sebahagian besar kita seringkali lebih memperhatikan yang tidak ada sehingga kita merasa sedih atau tidak bahagia. Contoh di lingkungan keluarga : Anak yang nakal itu hanya satu orang tetapi orang  tua kadang2 sangat menderita akibat kenakalan anak yang seorang itu padahal anak lainnya baik2 saja. Pejabat yang korup itu hanya sebahagian kecil saja tetapi kita seringkali marah kepada setiap pejabat. Yang sakit itu hanya kaki kiri  keseleo tetapi kita menganggap semua organ badan sakit. Benar karena dalam ranah kehidupan itu satu sama lain komponen, saling berhubungan sebagai satu sistem; bila bagian yang satu rusak akan mempengaruhi yang lainnya. Meskipun demikian kita hendaknya berpikir rasional holistik bila yang rusak atau terganggu itu hanya sebahagian kecil tanggulangi saja yang terganggunya yang lainnya yang normal dan baik2 hendaknya kita Syukuri. Mari kita gunakan falsafah orang Sunda yaitu Falsafah Untung: Bila mobilnya rusak ditabrak truk , mengatakan Untung penumpangnya selamat; bila dompetnya hilang kena copet dia akan mengatakan untung   masih punya kartu ATM; bila seorang anaknya sakit  , untung ibunya sehat. Dengan menggunakan Falsafah Untung setidaknya derita kita berkurang, kita lebih tenang untuk mencari solusi. Apa manfaatnya Falsafah Untung, apa itu jadi solusi ? Bukan solusi akhir tetapi sebagai langkah awal menuju solusi sebab dengan Falsafah tsb hati kita jadi tenang dan dengan hati yang tenang akan mudah melihat persolan sehingga mencari solusinya lebih mudah.

Secara Logika Rugikah mereka yang taat kepada Allah itu ?



Yang namanya manusia termasuk para Nabi meskipun hanya setitik sekali waktu akan berbuat salahcontohnya Nabi Adam ia melanggar larangan Allah mendekati buah kolbi. Nabi Muhammmad sendiri pernah diperingati ,karena nabi  telah membedakan perlakuan terhadap orang kaya/pejabat   dan orang miskin atau orang kebanyakan. Lebih2 tentunya bagi kita sebagai orang awam pasti banyak sekali atau seringkali berbuat salah besar atau kecil. Meskipun demikian kita jangan kecil hati sebab Allah itu Maha Pengasih , Maha Penyayang dan Maha Pengampun kepada hamba2Nya. Betapapun besa dosanya akan diampuni sepanjang dia mau bertobat yang sungguh2 (tobatan nasuha). Anda tidak percaya atau kurang percaya baca dalam kitab suci Al Qur,an diantaranya dalam Surat Al Fatihah ayat pertama : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kasih sayang Allah itu  tak terbatas itu tidak hanya diberikan kepada orang2 beriman saja ternyata orang2 kafirpun asal dia mau berusaha dengan sungguh2  yang bersifat duniawai keinginannya akan dikabulkan Allah. Tetapi Penyayang Allah itu hanya akan diberikan kepada orang2 beriman artinya hasil usaha orang2 kafir itu hanya bermanfaat untuk hidup di dunia fana saja sedangkan  untuk dunia akherat mereka tidak akan mendapat apa2 kecuali azab. Sayang sekali sebab hidup di dunia ini sesungguhnya hanya sebentar saja sedang kehidupan yang sebenarnya yang bersifat abadi adalah nanti di akherat. Pertanyaannya :”Apakah beriman kepada Allah itu merugikan manusia ?” Pertanyaan kedua :”Apakah melakukan perintah Allah itu menyebabkan manusia jadi sengsara ?” Jawabannya Tidak ! Tidak merugikan manusia dan tidak menyebabkan mansusia jadi sengsara. Mengapa ? Sebab semua perintah Allah itu misalnya melaksanakan Rukun Islam : Sahadat, Salat, Zakat, Puasa dan Haji sama sekali tidak merugiksn dan tidak menjadikan manusia sengsara. Semua perintash itu menguntungkan bagi manusia apakah  manusia sebagai individu atau manusia sebagai kelompok. Contoh perintah Solat sehari Lima kali manfaatnya banyak 1. Manuia dilatih dan dibiasakan disiplin waktu sebab solat wajib terbaik adalah dilakukan tepat waktu.2. Manusia disuruh Beristirahat sebentar dan untuk membersihkan dirinya; dimulai dengan membersihkan jasmaninya dengan berwudhu lalu membersihkan niatnya dengan Solat.  
3.Manusia disuruh secara rutin  untuk Kontak dengan Allah mohon petunjukNya agar hidupnya lurus tidak menyimpang. 4.Manusia juga disuruh menggerakkan badannya dan disuruh sujud bukan sekedar untuk mendekatkan dirinya kepada Allah tetapi sujud itu befungsi agar peredaran darah menjangkau otaknya sehigga ia dapat berpikir jernih dan positif. Perintah2 lainnya seperti perintah Zakat, Puasa dan Haji semua itu besar sekali manfaarnya untuk meningkatkann kesejahteraan umat manusia sehingga terjadi pemerataan pendapatan dan kesenjangan kaya miskin tidak melebar.
Kesimpulannya :" Segala perintah Allah kepada manusia itu bukan untuk kepentingan Allah tetapi sepenuhnya untuk ke[entingan manusia juga ;yang angat bermanfaat bagi mereka  baik secara individu maupun kelompok.