Saturday, May 11, 2019
Friday, May 10, 2019
AHLAK SEORANG MUMINUN.
Ahlak seorang muminun itu
digambarkan dalam sebuah ayat Al Qur’an Surat Ali Imran : 139 :”Walatahinu
walatahjanu waantumul alaena inkuntum Mukminun.” (Janganlah kamu merasa sedih
dan merasa takut kamulah orang terbaik jika engkau seorang
mukmin).Pertanyaannya seorang mukminun itu seperti apa ? Secara bahasa
mukminun itu artinya orang beriman.Orang
Islam pasti tahu apa itu rukun Iman yaitu : Iman kepada : Allah, Malaikat, Al
Quran, Rasulullah, Hari Akhir, Qada dan Qadar. Bila umat Islam misalnya Iman sepenuhnya kepada Allah yang
memiliki Asmaul Husna yang antara lain : Maha Pengasih, Maha Penyayang,
Maha Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha
Melindungi, Maha Dekat, Maha Memberi Petunjuk, Maha Memberi Keamanan, Maha Kuasa
atas segala sesuatu...;pasti orang itu akan bebas dari rasa sedih dan rasa
takut dan pasti orang itu akan menjadi orang terbaik. Mengapa mesti sedih dan
takut bila yakin Allah bersama dia dimanapun ia berada dan Alalh itu sangat
dekat bahkan lebih dekat dari urat nadinya.
Ahlak seorang mukmin itu
adalah hendaknya seperti ahlaknya Rasulullah yaitu : Fatobah, Amanah, Sidiks
dan Tablig. Fatonah itu artinya cerdas, orang cerdas itu banyak akal dan yang
dikembangkannya adalah otak kanannya yaitu otak kreativitas atau otak banyak
akal .Bagaimana meningkatkan daya otak kanan ? Yaitu dengan cara melakukan banyak aktifitas sosial
kemasyarakatan dimana dia terbiasa menghadapai banyak permasalalahan yang harus
segera ditanggulangi untuk dicari jalan keluarnya. Kedua Amanah artinya dapat
diperycaya omongan dan janji2nya.Ketiga Sidiks artinya benar baik dalam
bersikap maupun bertindak selalu benar; sesuai ketentuan syariah dan logika ilmu
pengetahuan.Terakhir Tablig yaitu ajakan berbuat baik, menyuruh bertindak benar
dan mencegah berbuat mungkar.(lihat Quran Surat 3 : 104) :"Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan; menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar."
SABAR DAN
SYUKUR.
Dua kata
istimewa sebagai satu paket yang saling melengkapi, mumpuni untuk menanggulangi segala masalah
kehidupan. Dalam perjalanan mengarungi kehidupan, setiap manusia akan
dihadapkan pada dua situasi : situasi
menyenangkan dan situasi menyusahkan. Untuk menghadapi dua sisi situasi
yang saling bertentangan itu Allah memberi
arahan pegangan : Bila situasi menyenangkan datang maka hendaknya kita Bersyukur sebaliknya bila situasi
menyusahkan yang datang maka hendaknya kita Bersabar .Yang dapat kita syukuri itu sesungguhnya tak
terbilang banyaknya tetapi sebahagian besar kita seringkali lebih memperhatikan yang
tidak ada sehingga kita merasa sedih atau tidak bahagia. Contoh di lingkungan keluarga : Anak yang nakal itu
hanya satu orang tetapi orang tua
kadang2 sangat menderita akibat kenakalan anak yang seorang itu padahal anak
lainnya baik2 saja. Pejabat yang korup itu hanya sebahagian kecil saja tetapi
kita seringkali marah kepada setiap pejabat. Yang sakit itu hanya kaki kiri keseleo tetapi kita menganggap semua organ
badan sakit. Benar karena dalam ranah kehidupan itu satu sama lain komponen, saling
berhubungan sebagai satu sistem;
bila bagian yang satu rusak akan mempengaruhi yang lainnya. Meskipun demikian kita hendaknya
berpikir rasional holistik bila yang rusak atau terganggu itu hanya sebahagian
kecil tanggulangi saja yang terganggunya yang lainnya yang normal dan baik2
hendaknya kita Syukuri. Mari kita
gunakan falsafah orang Sunda yaitu Falsafah
Untung: Bila mobilnya rusak ditabrak truk , mengatakan Untung penumpangnya selamat; bila dompetnya hilang kena copet dia
akan mengatakan untung masih
punya kartu ATM; bila seorang anaknya sakit
, untung ibunya sehat. Dengan
menggunakan Falsafah Untung setidaknya derita kita berkurang, kita lebih tenang
untuk mencari solusi. Apa manfaatnya Falsafah Untung, apa itu jadi solusi ? Bukan solusi akhir tetapi sebagai langkah awal menuju solusi sebab dengan Falsafah tsb hati kita jadi tenang dan dengan hati yang tenang akan mudah melihat persolan sehingga mencari solusinya lebih mudah.
Secara Logika Rugikah mereka yang taat kepada Allah itu ?
Yang namanya manusia termasuk
para Nabi meskipun hanya setitik sekali waktu akan berbuat salahcontohnya Nabi
Adam ia melanggar larangan Allah mendekati buah kolbi. Nabi Muhammmad sendiri
pernah diperingati ,karena nabi telah membedakan perlakuan terhadap orang
kaya/pejabat dan orang miskin atau orang
kebanyakan. Lebih2 tentunya bagi kita sebagai orang awam pasti banyak sekali
atau seringkali berbuat salah besar atau kecil. Meskipun demikian kita jangan
kecil hati sebab Allah itu Maha Pengasih , Maha Penyayang dan Maha Pengampun kepada hamba2Nya.
Betapapun besa dosanya akan diampuni sepanjang dia mau bertobat yang
sungguh2 (tobatan nasuha). Anda tidak percaya atau kurang percaya baca dalam kitab suci Al Qur,an diantaranya dalam Surat Al Fatihah ayat pertama : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kasih sayang Allah itu tak terbatas itu tidak hanya diberikan kepada orang2
beriman saja ternyata orang2 kafirpun asal dia mau berusaha dengan sungguh2 yang bersifat duniawai keinginannya akan dikabulkan Allah. Tetapi
Penyayang Allah itu hanya akan diberikan kepada orang2 beriman artinya hasil
usaha orang2 kafir itu hanya bermanfaat untuk hidup di dunia fana saja
sedangkan untuk dunia akherat mereka
tidak akan mendapat apa2 kecuali azab. Sayang sekali sebab hidup di dunia ini
sesungguhnya hanya sebentar saja sedang kehidupan yang sebenarnya yang bersifat
abadi adalah nanti di akherat. Pertanyaannya :”Apakah beriman kepada Allah itu merugikan
manusia ?” Pertanyaan kedua :”Apakah melakukan perintah Allah itu menyebabkan
manusia jadi sengsara ?” Jawabannya Tidak ! Tidak merugikan manusia dan tidak
menyebabkan mansusia jadi sengsara. Mengapa ? Sebab semua perintah Allah itu
misalnya melaksanakan Rukun Islam : Sahadat, Salat, Zakat, Puasa dan Haji sama sekali tidak
merugiksn dan tidak menjadikan manusia sengsara. Semua perintash itu
menguntungkan bagi manusia apakah
manusia sebagai individu atau manusia sebagai kelompok. Contoh perintah
Solat sehari Lima kali manfaatnya banyak 1. Manuia dilatih dan dibiasakan disiplin waktu sebab solat wajib terbaik adalah dilakukan tepat waktu.2. Manusia disuruh Beristirahat
sebentar dan untuk membersihkan dirinya; dimulai dengan membersihkan jasmaninya
dengan berwudhu lalu membersihkan niatnya dengan Solat.
3.Manusia
disuruh secara rutin untuk Kontak dengan Allah mohon petunjukNya agar
hidupnya lurus tidak menyimpang. 4.Manusia juga disuruh menggerakkan badannya
dan disuruh sujud bukan sekedar untuk mendekatkan dirinya kepada Allah tetapi
sujud itu befungsi agar peredaran darah menjangkau otaknya sehigga ia dapat
berpikir jernih dan positif. Perintah2 lainnya seperti perintah Zakat, Puasa dan
Haji semua itu besar sekali manfaarnya untuk meningkatkann kesejahteraan umat
manusia sehingga terjadi pemerataan pendapatan dan kesenjangan kaya miskin tidak melebar.
Kesimpulannya :" Segala perintah Allah kepada manusia itu bukan untuk kepentingan Allah tetapi sepenuhnya untuk ke[entingan manusia juga ;yang angat bermanfaat bagi mereka baik secara individu maupun kelompok.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
KUNTUM KHAERA UMATIN UHRIJAT LINNAS (QS Ali Imran 110) (Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia) Bersyukurlah...
-
Setiap orang pasti ingin hidup bahagia di dunia dan mendapatkan surga di akherat. Tujuan luhur dan agung itu tidak akan datang begitu saja...
-
SABAR DAN SYUKUR. Dua kata istimewa sebagai satu paket yang saling melengkapi, mumpuni untuk menanggulangi segala masalah kehidupan ....


